31 Januari 2013

MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK

Anak kreatif itu bagus. Namun, tak segampang itu mencetaknya. Ada kiat-kiat yang harus Anda ikuti. Apa saja?

Memiliki anak yang kreatif adalah dambaan setiap orangtua. Masalahnya, kreativitas bukan anugerah yang diberikan Tuhan dalam bentuk jadi, melainkan butuh proses untuk mendapatkannya. Proses ini tentu butuh campur tangan orangtua sebagai konseptor, yang berperan penting dalam menentukan hitam-putihnya masa depan anak.

Sebagai konseptor yang ingin membangun suatu kepribadian, orangtua perlu menyadari bahwa, pribadi yang kreatif adalah pribadi yang mendekati kesempurnaan. Dengan kata lain, pribadi yang kompleks, yang memahami keberadaan diri sendiri serta lingkungannya.

Karena itu, menciptakan anak yang kreatif tidak semudah membalik telapak tangan. Butuh upaya keras, berkesinambungan, serta kesabaran esktra untuk melalui tahap demi tahap, sesuai perkembangan kemampuan berfikir anak. Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membangun kreativitas anak, di antaranya adalah:

MEMILIHKAN SARANA BERMAIN YANG SESUAI
Pada dasarnya, anak memiliki energi yang berlebih. Bermain merupakan penyaluran terbaik untuk membuang surplus energi mereka itu. Dengan bermain, selain memperoleh kegembiraan, kenikmatan, dan kepuasan, anak juga akan mendapatkan manfaatnya, seperti bertumbuhnya segi fisik-motorik, mental-intelektual/kognitif, sosial, moral, emosional, dan tentunya kreativitas. Dengan bermain, anak sekaligus belajar tentang konsep bentuk, ukuran, warna, jumlah, dan kegunaan objek.

Begitu pentingnya arti bermain bagi anak, sehingga dalam buku-buku psikologi perkembangan, bermain dipandang sebagai unsur penting dalam perkembangan seluruh unsur kepribadian anak. Karena itu, orangtua sedapat mungkin menyediakan sarana dan alat bermain (toys) yang dapat merangsang kreativitas anak. Tentu saja, sarana dan alat bermain ini harus sesuai dengan kemampuan berpikir dan daya interaksi anak.

KENALKAN DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL
Pengenalan terhadap lingkungan sosial akan memberikan bekal empiris kepada anak yang kelak bermasyarakat dalam alam pergaulan dewasa. Anak dilatih mengerti fungsi berbagi diri, pada saat yang sama seorang anak, selain menjadi dirinya sendiri, juga merupakan bagian yang organis dari sebuah kelompok, komunitas. Dalam hal ini, anak berkembang menjadi dirinya sendiri, sekaligus berkenalan dengan aturan main, dengan norma, sehingga dia dapat bergaul dengan wajar.

AJAK BERHUBUNGAN DENGAN ALAM
Mengajak anak berhubungan dengan alam tidak sebatas mengenalkan mereka dengan nama-nama benda yang ada di sekitarnya, melainkan juga merangsang imajinasi anak untuk dapat memanfaatkan benda-benda tersebut, walaupun pemanfaatannya untuk hal-hal yang sederhana. Misalnya, memanfaatkan benda yang ada di sekitarnya untuk dibuat mainan. Pemanfaatan bahan mentah sehingga menjadi bentuk jadi ini akan membuka kesadaran anak akan perlunya berkreasi dengan alam.

Selain itu, beri kesempatan pada anak untuk berinteraksi dengan alam. Sekali waktu, biarkan anak berjalan telanjang kaki di atas tanah, dan jangan terlalu memaksa mereka untuk selalu mengenakan sandal atau sepatu. Agar mereka dapat merasakan sakitnya menginjak kerikil, atau merasakan lembutnya rerumputan yang menggesek kulit kaki. Ini akan membuat anak dapat merasakan berbagai hal, serta menjadikan mereka tidak manja dan mudah mengeluh.

JANGAN ASAL MELARANG
Seringkali, cara pandang terhadap suatu masalah antara orang dewasa dengan anak-anak berbeda. Sesuatu yang menurut anak-anak baik untuk dikerjakan, bisa jadi sebaliknya di mata orang dewasa. Untuk itu, selami pikiran anak-anak, pahami maksud dari apa yang dia kerjakan, dan jangan asal melarang.

Bila kita terpaksa melarang apa yang sedang dikerjakan anak-anak, seperti mencoret-coret dinding, atau merusakkan barang-barang, usahakan tidak melarang secara tegas. Beri dia pengertian dengan kalimat yang mendidik dan dapat dipahami oleh anak. Usahakan untuk memberi pengertian kepada anak bahwa Anda sebenarnya cukup menghargai proses kreatif yang dia kerjakan. Selama ini yang sering terjadi, anak dilarang mengerjakan segala sesuatu tanpa penjelasan yang memadai, padahal penjelasan sangat perlu untuk tidak memastikan kreativitas anak.

BERI KEBEBASAN DAN KEAMANAN PSIKOLOGIS
Kreativitas anak dapat tumbuh pesat apabila mendapat kebebasan dan keamanan psikologis dalam berkreativitas. Kebebasan dan keamanan psikologis yang dimaksud adalah, anak bebas mengerjakan segala sesuatu tanpa tekanan/paksaan serta larangan dari lingkungan terutama dari orang tua. Anak dibebaskan mengerjakan apa saja. Tugas orangtua hanya sebatas memberi pengarahan, tanpa melakukan paksaan. Bila kebebasan beraktivitas didapatkan, secara psikologis anak akan merasa aman untuk berkreasi, tanpa merasa takut dikecam, disalahkan, atau dimarahi.

HARGAI USAHANYA
Jangan sekali-kali menyepelekan kerja dan usaha anak. Sekecil apapun, hargailah. Menghargai usaha anak memungkinkan anak bisa menghargai barang, dan bukan harga barang itu. Penghargaan yang diberikan akan menciptakan iklim sehat dalam batin anak. Anak akan merasa bahwa kehadirannya diterima, diperhatikan, dan diakui. Hal ini akan menumbuhkan rasa percaya diri yang besar pada diri anak.

LIBATKAN DALAM AKTIFITAS ANDA
Sekali waktu, libatkan anak dalam aktivitas yang Anda kerjakan. Misalnya, menyuruh anak membubuhkan garam pada masakan, memberikan sisa-sisa potongan sayuran yang Anda masak, dan membiarkan dia sibuk berimajinasi dengan masakannya sendiri yang berbahan sisa-sisa masakan Anda. Bisa juga dengan mengajaknya membetulkan kursi, sepeda, atau perabot rumah-tangga yang rusak, menyulam, merangkai bunga, atau membuat sesuatu dari bahan bekas hingga menjadi berguna.

Cara ini akan menyuburkan kegairahan anak dengan pengetahuan yang dia miliki. Anda juga bisa menanamkan pengetahuan, memberikan pelajaran dengan cara yang menyenangkan. Dan yang terpenting, anak akan termotivasi dengan contoh-contoh yang Anda berikan.

CIPTAKAN KOMUNIKASI YANG SEHAT
Komunikasi yang sehat adalah terjalinnya dialog akrab dua arah, antara orang tua dan anak, dalam level pengetahuan anak, tentang berbagai hal yang telah dimengerti anak, atau tentang hal yang semestinya diketahui anak. Komunikasi yang sehat akan menciptakan kedekatan antara orangtua dan anak, baik secara fisik maupun psikis. Kedekatan inilah yang melahirkan kebersamaan dan kehangatan hubungan yang merupakan gizi bagi jiwa anak.

Bila komunikasi dua arah terjalin baik, anak tak akan ragu dan takut mengungkapkan isi hati, pikiran, keinginan, dan maksud yang merupakan pengejawantahan dari kreativitas yang terselubung. Orangtua pun akan dapat mengerti dan memahami kehendak anak, sehingga dapat mewujudkan sarana dan fasilitas yang dibutuhkan untuk mewadahi kreativitas anak.

Demikian dulu ya, semoga bermanfaat..... selamat menikmati dan memprakteknya bersama keluarga tercinta.

01 Desember 2012

Pemberdayaan Pelaku Di Komunitas

Sebagai Upaya Optimalisasi dan Efektifitas Program Pemberdayaan Masyarakat.

Berbagai macam atau jenis program Pemberdayaan Masyarakat, baik itu Pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM). Semuanya itu bertujuan mempercepat penanggulangan kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan serta penanggulangan kerusakan lingkungan hidup.

Pendekatan multi disiplin yang berdimensi pemberdayaan yang tepat harus memadukan aspek-aspek penyadaran, peningkatan kapasitas dan pendaya-gunaan kearifan local dan sumber daya yang ada dengan melakukan berbagai penguatan terhadap pelaku dan masyarakat itu sendiri.

Meningkatkan partisipasi seluruh masyarakat sangat diperlukan, baik itu masyarakat miskin dan kelompok perempuan agar mampu dalam hal pengambilan keputusan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan pelestarian program pembangunan yang ada. Semua itu tidak terlepas dari upaya pendampingan yang terus menerus, baik itu ditingkat pelaku program maupun masyarakat itu sendiri.

Kondisi geografis di suatu wilayah yang jauh dari pusat kecamatan dan sarana transportasi yang sulit dan belum tersedia serta rusak parah ketika musim penghujan, kadang kala bisa mengakibatkan terkendalanya beberapa program yang sudah direncanakan sebelumnya. Oleh sebab itu, perlunya perpanjangan tangan ditingkat komunitas agar agenda atau jadwal yang sudah ada bisa diinformasikan dimasyarakat. Bila perlu pelaku yang ada bisa memfasilitasi pertemuan yang ada dikomunitasnya.

Ada beberapa pelaku ditingkat desa bisa diberdayakan, diantaranya: Kepala Desa, BPD, KPMD, Kepada Dusun dan Tokoh Masyarakat yang mempunyai kemauan untuk belajar dan memberdayakan masyarakatnya. Ketika bersentuhan dengan lembaga desa maka pelaku yang perlu dilibatkan adalah Kader pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD).

KPMD adalah bagian dari apartur desa yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, bertugas membantu kepala desa dalam hal pemberdayaan masyarakat desa. Sehingga, apabila ada pertemuan ditingkat desa terlebih dahulu yang diberitahu adalah KPMD kemudian kepala desa. Tugas pelaku yang ada di Desa atau KPMD adalah berkoodinasi aparatur desa dan membantu memfasilitasi pertemuan yang ada ditingkat komunitas atau desa. Untuk itu perlunya peningkatan kapasitas kepada KPMD, baik itu melalui pelatihan Tematik dan Rapat Koordinasi (rakor). Sehingga pemahaman KPMD semakin lebih baik terhadap program pemberdayaan yang ada dan kemampuan memfasilitasi masyarakat semakin lebih baik.

Kemudian, untuk menambah semangat pelaku yang ada di tingkat desa perlunya dukungan biaya transportasi, walapun jumlahnya tidak tidak seberapa. Namun dapat memotivasi pelaku yang ada, sehingga proses fasilitasi masyarakat dapat berjalan dengan baik lancar. Diharapkan kedepan pemberdayaan pelaku di tingkat desa semakin lebih baik, sehingga proses partisipasi dan proses pemberdayaan masyarakat semakin lebih baik.

Sekian dulu ya…. Semoga bermanfaat Terima kasih

27 Oktober 2012

MENINGKATKAN KERJA OTAK

Otak dapat berfungsi dengan baik jika kondisinya fit dengan terus dilatih. Anda bisa melakukan fitnes otak dengan berbagai kegiatan sederhana ini.
1. Melatih Peripherial Vision.
Tantang diri Anda untuk melihat dengan peripherial vision, yakni pandangan atau penglihatan yang mampu mengenali situasi di sekeliling/samping. Kemampuan ini sering disebut juga penglihatan luas, yakni mampu melihat berbagai hal yang berada jauh dari titik fokus penglihatan. Kemampuan ini harus dilatih dengan cara yang benar dan efektif, tidak bisa sembarangan. Penelitian menunjukkan seseorang yang terbiasa melatih peripherial vision, memiliki performa otak lebih tinggi. Para pengendara jarak jauh yang terbiasa melatih pandangan luasnya ini lebih terjaga saat menyetir dan kecil kemungkinannya mengalami kecelakaan.

2. Menghapal Lagu.
Melatih kebiasaan mendengar dengan teliti akan berdampak baik pada kemampuan memahami sesuatu, berpikir dan mengingat. Anda bisa melatihnya dengan menghapal sebuah lagu, karena kegiatan ini membutuhkan fokus dan memori yang selalu aktif. Cara sederhana yang menyenangkan ini dapat meningkatkan performa memori Anda.

3. Belajar Instrumen Baru.
Cobalah memainkan instrumen musik yang belum pernah Anda sentuh sebelumnya. Memainkan instrumen baru membuat Anda belajar, dan proses ini membantu melatih berbagai fungsi otak, seperti mendengar, kontrol terhadap gerakan, dan menerjemahkan not menjadi musik (gerakan atau suara).

4. Jangan Kecanduan Dengan Teka-Teki Silang.
Mengisi teka teki silang bisa saja melatih otak Anda, namun jika Anda terlalu sering melakukannya bahkan nyaris kecanduan, ini justru menurunkan kemampuan kognitif.

5. Berlatih Dengan Bola.
Anda bisa melatih otak dengan cara sederhana, melempar bola ke udara da menangkapnya. Orang yang menguasai teknik permainan ini memiliki visual yang baik, kordinasi serta respons tangan dan mata yang baik, sebagai dampak dari otak yang bekerja dengan baik.

6. Belajar Menggunakan Tangan Yang Lain.
Jika dalam kegiatan sehari-hari Anda menggunakan tangan kanan, maka latihlah tangan kiri Anda lebih sering. Begitu pun sebaliknya. Melatih tangan yang jarang digunakan akan mendorong kerja otak lebih baik lagi.

7. Jalan di permukaan yang tak rata.
Saat jalan kaki pilih permukaan yang tidak rata. Mungkin akan tidak nyaman bagi Anda, namun cara ini bisa meningkatkan sistem vestibular di bagian dalam telinga, yang punya peran penting terhadap keseimbangan.

8. Bermain puzzle.
Kebiasaan membongkar pasang dalam permainan puzzle membantu otak Anda untuk selalu tetap fit.

9. Kembali menjadi anak-anak.
Berperilaku lah seperti anak-anak dengan memberikan perhatian terhadap berbagai benda di sekitar Anda. Seperti anak-anak yang sedang belajar hal baru, ia akan mencari tahu setiap detil dari benda yang baru dikenalnya. Cara ini akan membantu melatih otak Anda.

Ketika Anda berhenti belajar, otak pun berhenti berkembang. Mudah-mudahan kreatifitas Anda selalu berkembang, seiring otak Anda selalu diasah...

SILAHKAN DUKUNG BLOG INI

KE REKENING BCA 8855 1274 62 AN. ATENG