Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

18 Februari 2015

MENJADI ORANG KREATIF

Anda tentu masih ingat dengan Steve Jobs yang berhasil mempopulerkan Apple, produk gadget paling diminati saat ini. Karena kreatifitasnya, beliau berhasil menjadi orang yang sangat dikagumi dan mendapat uang yang sangat banyak dari hasil kreatifitasnya.

Nah, sebenarnya semua orang bisa menjadi orang yang kreatif bila mereka mau mencoba dan berusaha termasuk anda. Kalau anda ingin mengikuti jejak Steve Jobs atau orang-orang kreatif lainnya, berikut ini ada beberapa tips yang dapat anda biasakan agar menjadi orang yang kreatif :

Lakukan sesuatu yang berbeda
Melakukan pekerjaan yang sama secara terus menerus lama kelamaan akan membuat anda merasa jenuh pada pekerjaan itu. Tidak hanya jenuh, selain itu ilmu pengetahuan yang ketrampilan yang anda miliki hanya akan terbatas pada pekerjaan itu saja. Jadi, bila anda ingin meningkatkan kreativitas anda harus berani untuk mengerjakan hal-hal yang belum pernah atau jarang anda lakukan sebelumnya. Dan lebih baik lagi bila kegiatan baru yang anda lakukan mendukung pekerjaan utama anda.

Misalnya, anda berprofesi sebagai penyanyi, anda dapat belajar untuk bermain music sehingga nantinya kegiatan baru anda akan menunjang pekerjaan lama anda.


Berkomunikasi dengan banyak orang
Mungkin anda akan bingung dengan hubungannya kreativitas dengan berkomunikasi dengan banyak orang. Jadi, tanpa anda sadari ketika anda berkomunikasi dengan banyak orang, seringkali memunculkan ide-ide yang tidak pernah anda bayangkan sebelumnya.

Terdengar simple namun sebetulnya sangat efektif bila dipraktekkan. Seperti yang anda ketahui, banyak orang yang dengan sukarela mau membagikan ilmu dan pendapat serta pandangannya terhadap suatu hal bila anda bertanya dengan sopan. Jadi sebaiknya banyak-banyaklah bergabung dengan suatu komunitas dan berkomunikasilah secara aktif disana, maka anda akan menemukan banyak ide dan peluang dari sana.

Banyak membaca
Dengan intensitas membaca yang tinggi, tentu saja akan meningkatkan pengetahuan anda terhadap berbagai macam hal. Contohnya dengan membaca buku-buku non fiksi, majalah, Koran, portal berita online ataupun e-book sangat bermanfaat untuk memperluas pengetahuan anda terhadap suatu hal.

Dengan memiliki banyak wawasan dan pengetahuan tentu saja akan meningkatkan kreativitas anda karena ketika anda menghadapi suatu tantangan anda akan mampu berfikir, berencana dan bertindak dengan menggunakan berbagai macam pertimbangan yang berasal dari informasi yang tersimpan di otak anda.

Menyediakan waktu untuk sendiri
Suasana dan tempat yang tenang akan membuat anda lebih rileks sehingga mampu untuk berfikir dan berkonsentrasi untuk menemukan ide-ide baru.

Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi
Saat anda membangun ketrampilan dan kreativitas anda, maka anda akan memiliki rasa ingin tahu yang kuat terhadap segala sesuatu. Pertanyaan “mengapa” dan “bagaimana” adalah dua pertanyaan yang akan membawa anda pada jawaban-jawaban yang akan meningkatkan kreativitas anda. Lama kelamaan anda dapat menghasilkan atau menemukan sesuatu yang baru. Contoh figure terkenal yang memiliki sifat ini adalah Sir Issac Newton, yang menemukan hukum gravitasi karena keingin-tahuannya setelah melihat buah apel jatuh dari pohon.

Menuliskan ide-ide
Biasakanlah untuk membawa notes dan pen kemanapun anda pergi karena itu akan membantu melatih kreatifitas anda. Karena ketika kapan saja ide anda muncul karena melihat atau mendengan sesuatu, anda dapat langsung menuliskannya sehingga tidak akan lupa.

Mengamati orang lain
Kreatifitas ternyata juga dapat dibangun dengan mempelajari apa yang dilakukan oleh orang lain. Dari situ anda dapat memperoleh inspirasi dan ide untuk membuat karya anda sendiri.

Tantang diri anda sendiri
Untuk berkembang menjadi lebih baik anda harus keluar dari zona aman dan siapkan time table dalam periode waktu tertentu untuk mencapai sesuatu. Sehingga anda akan termotivasi untunk meraih apa yang sudah anda rencanakan.

Luangkan waktu untuk istirahat dan relaksasi
Bekerja dalam waktu yang lama akan sangat menguras tenaga dan pikiran anda. Oleh sebab itu, anda membutuhkan waktu untuk beristirahat sehingga anda dapat berfikir lagi secara jernih. Untuk mengembalikan performa anda, cobalah untuk beristirahat sejenak dan mengerjakan hal-hal yang anda sukai.

Bangun kepercayaan yang positif
Tanamkan kepercayaan bahwa semua masalah dapat diselesaikan sehingga anda akan tersugesti untuk selalu berfikiran positif dan tidak menyerah. Mungkin saat ini ide anda dianggap remeh oleh orang lain, namun bila anda sudah yakin terhadap apa yang sudah anda kerjakan, jangan menyerah dan terus buktikan. Karena, kreativitas justru akan berkembang pesat ketika seseorang berada di dalam keadaan yang tidak baik tetapi dia tetap optimis.

Semakin Anda kreatif, semakin tinggi juga tingkat stimulasinya, dan kegairahan juga semakin tercipta. maka semakin besar kesempatan untuk memperoleh hasil yang sukses. Kesuksesan dan kreativitas saling mendukung satu sama lain.

Mereka yang paling kreatif itulah biasanya yang paling sukses. Jika Anda ingin meningkatkan peluang sukses, maka tingkatkanlah kreativitas Anda!!!

MENUJU KESUKSESAN

Orang yang SUKSES adalah Orang yang Pernah TERLUKA. Kehidupan dan jalan hidup orang yang SUKSES, selalu Anda lihat pernah ada “ Luka ” besar dalam Kehidupannya.

Orang hidup tidak pernah semuanya Enak, Nikmat dan Lancar. Selalu ada saja yang tidak Pas, yang tidak enak dan yang menyesakkan.

Untuk yg mau SUKSES, dalam hal ini, ‘Luka’ yang dalam, selalu ada cukup besar dan membekas.

Luka ini dapat berupa Kegagalan hingga Bangkrut, juga berupa Kecelakaan maupun Kesehatan, hancurnya Rumah Tangga, anaknya Tersesat, Tertipunya oleh orang yang paling dipercaya, Kekacauan Kehidupan Pribadinya, Fitnah, Hujatan dari orang yang Dengki maupun Iri dan Hasutan yang tidak sadar perbuatan mereka sebenarnya telah menyakiti orang lain yang sangat dikutuk dalam Agama manapun.

Biasanya orang yg mengfitnah ini merasa dirinya Paling Suci atau Paling Benar, padahal kebenaran itu semata-mata hanya milik Tuhan !!.

Bukankah perasaan Paling Suci atau Paling Benar merupakan Kesombongan dan Kesombongan sangat dikutuk dalam Agama manapun.

Kalau Anda mengalami hal yang tidak enak, ada luka dalam hidup Anda, itu adalah pertanda sebuah hal biasa yang harus Anda hadapi dengan Tegar tapi bukan sesuatu yg perlu Anda Ratapi terus menerus.


Dalam Kehidupan Berkeluarga, selalu ada saja Problem Rumah Tangga, dari urusan Cinta atau Selingkuh suami istri atau mertua yang tidak cocok atau family yang selalu minta tolong dan merepotkan, atau tidak bisa punya anak atau keuangan yang sulit atau kesehatan, selalu ada bahan ketidak cocokan yang menyesakkan.

Sakit, keuangan, pekerjaan, serta beban hidup lainnya dan sepertinya tidak ada habisnya Masalah.

Tapi kalau Anda mau memahami bahwa inilah Hidup, inilah Kenyataan, yang perlu Anda hadapi dan jalani.

Orang yang Sukses, Pasti mendapatkan banyak LUKA, namun mereka BISA cepat Menyembuhkan dirinya sendiri.

19 Desember 2014

TAHAPAN SEORANG TRADER

Pada Tahap Manakah Kita Sebagai Trader ?
Trading Forex seperti yang kita lakukan sekarang, memberikan potensi profit yang sangat besar namun juga perlu di ingat potensi loss dan bangkrut pun juga tidak kecil. Setelah beberapa lama mengamati perkembangan trading saya dan beberapa orang temen, saya menyimpulkan beberapa tahapan trader. Mohon koreksi jika ada kesalahan.

Pemula
Tahap ini adalah seseorang dimana dia baru mengenal betul apa itu forex, bahkan istilah forex sendiri mungkin dia baru tahu. Ada seorang temen yang pernah bercerita, dia sendiri kepanjangan dari forex atau valas dia tidak tahu, tapi dengan nekadnya memasuki dunia yang disebut forex.
 
Pada tahap ini pula pemula dihadapkan pada beginner luck yang membuat dia merasa bahwa forex inilah dunia yang dia cari sebenarnya, tentunya sebelum dia mengalami banyak loss. Dalam tahap ini pula banyak pemula yang memutuskan untuk tidak meneruskan kegiatan tradingnya, karena dia menganggap dirinya tidak mampu, padahal belajar pun dia belum. Hanya berdasarkan tebak2an price naik atau turun.

Pemula Yang Mulai Sombong
Tahap ini adalah tahap dimana pemula yang mendapat beginner luck meneruskan cita-citanya mengejar profit yang dalam bayangannya sangat mudah. Pada hal dalam arti yang sebenernya dia belum mengerti betul bagaimana market itu bergerak, kenapa market itu naik atau turun dan sebagainya.


Namun karena beginner luck itu tadi, dia merasakan profit yang mungkin tidak dirasakan oleh pemula yang lain. Bahkan dalam 1 bulan dia tidak pernah loss. Dia merasa bahwa analisanya selalu benar, maka keluarlah sifat sombongnya. Dia merasa bahwa master senior pun bukan apa2 dibandingkan dengan dirinya. Dia mulai memberikan advis2 yang sebenernya hanya menebak, dan paling banter hanya mengikuti signal orang kepada yang dia nilai sebagai pemula, dan menganggap dirinya master.

Loss Trader

Tahap ini adalah tahap lanjutan dari pemula yang mulai sombong tadi, lambat laun karena sombongnya, biasanya dia trading dengan margin yang sudah tidak rasional dan dia merasa pasti berhasil, karena selama ini memang begitu. Apa yang didapat ? meminjam istilah temen2 MV...wuuuuuuuuuuuzz zzzzzz, minus seabreg, bertumpuk2 dan dalam jumlah yang besar. Jadilah dia trader yang miskin hanya dalam sehari, dua hari bahkan dalam 1 jam. Menangislah dia, meratapi loss yang sedemikian besar, dengan keuntungan yang barangkali belum pernah diambil, modalnya ikut kebawa loss. Tetapi dengan sombongnya dia berkata kepada temennya seolah masih seorang master bahwa dia profit dalam jumlah yang besar. Kasihan sekali orang seperti ini.

Transition Trader
Setelah mengalami loss yang sedemikian dahsyat, dia mulai menghilang dari peredaran, karena bayar koneksi internet aja gak mampu. Tetapi yang menghilang dari peredaran itu sebabnya macam-macam. Karena males chat di MV yang kebanyakan ngelanturnya dan  karena kesibukan trading di broker lain yang lebih menguntungkan.
Dari loss yang besar ini memberikan pengertian kepada trader, bahwa trading itu bukan sesuatu yang membuat kita bisa kaya secara tiba2, kalo membuat kita miskin secara tiba2 itu bisa pasti. Dia mulai mencari banyak sumber2 ilmu, baca2, pokoknya mengundurkan diri dari dunia persilatan terlebih dahulu. Trader pada tahap ini memiliki ketakutan yang luar biasa untuk masuk market. Mereka dalam tahap mencari jati diri kembali, mencoba menemukan strategi yang paling tepat buat dirinya. Sampai akhirnya dia menemukan kembali gaya trading yang dia punyai. Cerita seperti ini dapat dicontohkan beberapa member ini mulai mencoba teknik trading yang ada dan berhasil, misalnya aja mencoba berbagai indicator, dsb. Tapi orang yang telah berhasil melewati tahap ini harus kita acungi jempol, karena tahap inilah yang menurut saya paling sulit.
Profitable Trader
Sebenernya tidak pantas kalo kita sebut master trader, tapi itulah kenyataannya. Mengutip kembali kata-kata seorang temen, bahwa profitable trader enggak harus disebut master. Tahap inilah sebenernya seorang trader sejati, dimana dia mampu bertahan dalam berbagai macam cobaan dalam trading. Dia gak butuh disebut master, dia gak butuh terlalu nampang dimana2, tapi dia menjadi trader yang bener-benar profitable. Hanya sebagian kecil dari kita yang sudah sampai pada tahap ini. Mungkin juga yang belom nyampe itu saya.

Ketenangan emosi, disiplin, dan menerapkan money management yang baik. Dia bisa mengambil keputusan yang cepat dalam trading, dan lambat untuk kembali menarik keputusannya itu.
 
ADA PADA TAHAP MANAKAH KITA ?

Semoga tidak ada yang tersinggung, karena memang demikianlah keadaannya.
 

23 Mei 2013

MERAJUT IMPIAN

Seluruh kemudahan dan keindahan hidup di dunia ini berawal dari impian. Kekuatan impian mampu membuat manusia melewati kesulitan dan meraih harapan masa depan. Sebab impian mampu berperan sebagai penyemangat jiwa dan sumber inspirasi untuk mengubah kehidupan. Karena impian, orang-orang hebat diantaranya Henry Ford, Thomas Edison, Napoleon Hill, Dale Carnegie, Norman Vincent Peale, Albert Einstein and Martin Luther King, mampu mengarahkan fokus mereka dan memiliki pola hidup yang baik.
 
Kekuatan impian membuat mereka tahan menghadapi banyak kendala maupun kegagalan. Karenanya mereka berhasil melahirkan karya-karya luar biasa di berbagai bidang. Ternyata impian juga dapat memperpanjang usia. Dr. Patricia Boyle, neuropsikologis dari Rush Alzheimer Disease Center, Chicago, AS, mengungkapkan hal itu. Hasil penelitiannya membuktikan bahwa impian membantu sistem dalam tubuh manusia berfungsi lebih baik, sehingga tubuh lebih kuat melawan penyakit dan menjaga kesehatan psikologi.
 
Namun dibalik manfaat impian yang begitu besar pasti ada kendala yang harus kita hadapi. Di negara kita misalnya, kendala itu dapat berupa minimnya pendidikan, kemiskinan, iklim ekonomi yang kurang baik, lokasi tak terjangkau, dan masih banyak lagi. Seringkali, kendala-kendala tersebut membuat kita takut memperjuangkan impian agar menjadi kenyataan.
 
Begitu besar kekuatan dan manfaat impian, sebab tak ada impian yang tidak mungkin diwujudkan. Karenanya jangan pernah takut bermimpi, terlebih membuat impian-impian juga gratis alias tidak dipungut biaya dan tidak dilarang. Namun ada beberapa hal berikut ini yang harus dipahami agar mampu merajut asa menjadi kenyataan yang indah.
 
Pertama yang harus diperhatikan adalah memahami apa yang Anda impikan. Dengan begitu, Anda akan dapat memvisualisasikan impian tersebut sampai impian tersebut benar-benar menguasai pikiran bawah sadar. Tahap ini sangat penting, sebab pikiran bawah sadar memiliki kekuatan yang luar biasa, diantaranya menginstruksikan pikiran sadar dan tubuh untuk melakukan tindakan-tindakan realisasi impian.
 
Selain itu, tulislah impian ideal Anda pada selembar kertas secara terperinci dan sejujur mungkin. Harvey Mackay mengatakan, “Pale ink is more important than a retentive memory. – Tinta yang pudar itu lebih penting dibandingkan dengan ingatan.” Sebab deskripsi tersebut akan sangat bermanfaat untuk mendapatkan sedikit motivasi, lebih fokus pada tanggung jawab, dan juga berfungsi sebagai peta untuk mengembangan strategi pencapaian.
 
Sementara itu Anda juga harus yakin bahwa impian Anda pasti terwujud. Orang-orang sukses di dunia mampu meraih impian mereka sebab mereka yakin sehingga tak pernah bosan berusaha sekalipun gagal puluhan bahkan ribuan kali. Keyakinan akan membuat Anda tetap antusias, kreatif, dan aktif melakukan tindakan-tindakan untuk mewujudkan impian.
 
Keberhasilan merajut impian juga sangat bergantung pada seberapa besar komitmen Anda untuk meningkatkan kemampuan atau keahlian tertentu sesuai bidang yang ditekuni, misalnya; kuliner, kerajinan, pertanian, pendidikan dan lain sebagainya. “Formal education will make you a living but self-education will make you a fortune. – Pendidikan formal akan memberi sebuah kehidupan, namun mendidik diri sendiri akan memberi Anda keberuntungan,” kata Jim Rohn. Sebab ilmu pengetahuan atau keterampilan akan membuat Anda lebih kreatif menciptakan terobosan-terobosan baru atau mengembangkan strategi efektif untuk mencapai impian.
 
Tanpa usaha yang sungguh-sungguh tak mungkin terjadi perkembangan positif. Oleh sebab itu, lakukanlah langkah-langkah untuk merealisasikan impian dengan lebih fokus dan intensif. Sebab hanya dengan kekuatan intensitas maka impian itu akan menjadi kenyataan.
 
Impian adalah syarat penting untuk meraih sukses, dan tak ada yang lebih indah selain mampu merangkainya menjadi kenyataan. Victor Hugo mengatakan, “There is nothing like a dream to create the future. – Tak ada yang mampu menyamai (kehebatan) impian untuk menciptakan masa depan.”
 
Semoga apa yang saya posting ini membuat Anda segera membuat daftar impian, atau tidak mengabaikan impian, dan cepat-cepat melakukan sesuatu agar menjadi tuan atas nasib Anda sendiri!
By. Zadok Rabinowits

17 Mei 2013

KARAKTER KEPEMIMPINAN

Menurut Wikipedia Indonesia, Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Kebanyakan orang masih cenderung mengatakan bahwa pemimpin yang efektif mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma, pandangan ke depan, daya persuasi, dan intensitas.

Kepemimpinan sangat diperlukan dalam setiap kelompok, terutama untuk menjaga perdamaian, persatuan dan kesatuan serta dalam memanfaatkan seluruh sumber daya secara optimal. Kepemimpinan berasal dari kata pemimpin (leader) berarti orang yang memimpin massa atau kelompok. Dalam masyarakat primitif, pemimpin ditentukan oleh kekuatan, siapa kuat dialah yang menang dan memimpin. Dalam masyarakat feodal, pemimpin ditentukan oleh keturunan, kekayaan dan kedekatan dengan penguasa. Dalam masyarakat tradisional, pemimpin erat kaitannya dengan hubungan antara pertemanan atau kenalan, sehingga kharisma atau kedekatan menjadi jaminan.

Sementara itu, dalam masyarakat modern pemimpin telah terbedakan/dikelompokkan dalam berbagai bentuknya, ada pemimpin formal, non-formal, kantor, organisasi, agama, sekolah dan lainnya. Meskipun figur pemimpin sangat berpengaruh, namun bagi organisasi yang progressif harus mengembangkan leadership berdasarkan prinsip-prinsip, sistim dan mekanisme yang jelas. Dalam tinjauan perjuangan, kepemimpinan dapat diartikan sebagai upaya untuk menghimpun, menyusun, membina, mengarahkan dan memimpin sumber daya dan kekuatan dalam perjuangan mencapai tujuan. Karena itu kesuksesan pemimpin dapat diukur dari kemampuannya mencapai tujuan.

Kemudian, ada beberapa hal yang sangat penting dalam mendukung karakter kepeminpinan Anda, diantaranya:
INTEGRITAS
Integritas (Integrity) adalah bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kebijakan organisasi serta kode etik profesi. Kemudian, integritas juga tidak melakukan tipu daya, terbuka terhadap perubahan, menyediakan informasi yang benar dan melakukan apa yang dikatakan serta mengatakan apa yang dilakukan.

Ada beberapa makna integritas bagi kita : Pertama, integritas berarti komitmen dan loyalitas. Komitmen adalah suatu janji pada diri sendiri ataupun orang lain yang tercermin dalam tindakan-tindakan seseorang. Seseorang yang berkomitmen adalah mereka yang dapat menepati sebuah janji dan mempertahankan janji itu sampai akhir, walaupun harus berkorban.

Kedua, integritas berarti tanggung jawab. Tanggung jawab adalah tanda dari kedewasaan pribadi. Orang yang berani mengambil tanggung jawab adalah mereka yang bersedia mengambil risiko, memperbaiki keadaan, dan melakukan kewajiban dengan kemampuan yang terbaik.

Ketiga, integritas berarti dapat dipercaya, jujur dan setia. Kehidupan kita akan menjadi dipercaya, apabila perkataan kita sejalan dengan perbuatan kita; tentunya dalam hal ini yang kita pandang baik atau positif.

Keempat, integritas berarti konsisten. Konsisten berarti tetap pada pendirian. Orang yang konsiten adalah orang yang tegas pada keputusan dan pendiriannya tidak goyah. Konsisten bukan berarti sikap yang keras atau kaku. Orang yang konsisten dalam keputusan dan tindakan adalah orang yang memilih sikap untuk melakukan apa yang benar dengan tidak bimbang, karena keputusan yang diambil beradasrkan fakta yang akurat, tujuan yang jelas, dan pertimbangan yang bijak. Selalu ada harga yang harus dibayar untuk sebuah konsistensi dimulai dari penguasaan diri dan sikap disiplin.

Kelima, berintegritas berarti menguasai dan mendisiplin diri. Banyak orang keliru menggambarkan sikap disiplin sehingga menyamakan disiplin dengan bekerja keras tanpa istirahat. Padahal sikap disiplin berarti melakukan yang seharusnya dilakukan, bukan sekedar hal yang ingin dilakukan. Disiplin mencerminkan sikap pengendalian diri, suatu sikap hidup yang teratur dan seimbang.

Keenam, berintegritas berarti berkualitas. Kualitas hidup seseorang itu sangat penting. Kualitas menentukan kuantitas. Bila kita berkualitas maka hidup kita tidak akan diremehkan. Integritas hidup berkualitas adalah kehidupan yang membiarkan orang luar menilai diri kita. Pada saat menyenangkan ataupun pada saat tidak menyenangkan.

Dalam sebuah organisasi perlu adanya integritas, karena organisasi adalah sistem yang saling berpengaruh antar orang dalam kelompok yang bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks definisi tersebut, suatu organisasi harus memiliki integritas (baik pemimpin maupun bawahan) dalam mengelola otoritas yang bersifat regulatif, untuk mencapai tujuan bersama.

Integritas merupakan pondasi dalam merancang kinerja yang optimal diseluruh aspek organisasi. Inilah yang menjadi pokok terbentuknya kerjasama yang solid dalam tubuh organisasi. Integritas tidak hanya menjadi pegangan bagi seorang pemimpin dalam bertindak, tapi juga bagaimana integritas itu totalitas bagi seluruh anggota dan bawahan, sehingga kebulatan akan terintegrasi dalam tujuan organisasi tersebut.

Dengan pemikiran diatas, maka “Integritas” menjadi kunci kepemimpinan, “bagaimana ia membuat keputusan yang benar pada waktu yang benar” dalam bersikap dan berperilaku karena disitulah terletak pondasi dalam membangun kepercayaan dan hubungan antara individu dalam organisasi. Dimana kita memperhatikan legalitas dan prosedur yang harus ditempuh, namun yang lebih penting “Integritas” seseorang dapat menuntun mana yang jujur dan yang tidak jujur yang tidak mudah di kacaukan hal-hal yang bersifat formal tapi dapat menyesatkan.

INDEPENDENSI
Independensi adalah suatu keadaan atau posisi dimana kita tidak terikat dengan pihak manapun. Artinya keberadaan kita adalah mandiri. tidak mengusung kepentingan pihak tertentu atau organisasi tertentu. Contoh independensi dapat kita lihat pada organisasi-organisasi tertentu dimana keberadaannya adalah merdeka tanpa diboncengi kepentingan tertentu.

Dalam konteks lain, independensi juga merupakan hak kita sebagai manusia, yang memiliki hak bebas dan merdeka tanpa ditekan oleh orang lain. Tentu saja dalam pelaksanaannya yang disebut independen juga ada batasan-batasannya. Karena suatu lembaga atau organisasi juga tidak dapat eksis tanpa adanya dukungan dari pihak lain. Namun apabila masih dalam hal yang wajar dan persetujuan seluruh anggota untuk kemajuan sebuah organisasi/lembaga dan masyarakat sah-sah saja dilakukan.

KOMPETENSI
Kompetensi merupakan suatu karakteristik yang mendasar dari seseorang individu, yaitu penyebab yang terkait dengan acuan kriteria tentang kinerja yang efektif ”A competency is an underlying characteristic of an individual that is causally related to criterion-referenced effective and/or superior performance in a job or situation“ (Spencer & Spencer, 1993:9).

Karakteristik yang mendasari (underlying characteristic) berarti kompetensi merupakan bagian dari kepribadian seseorang yang telah tertanam dan berlangsung lama dan dapat memprediksi perilaku dalam berbagai tugas dan situasi kerja. Penyebab terkait (causally related) berarti bahwa kompetensi menyebabkan atau memprediksi perilaku dan kinerja (performance).

Acuan kriteria (criterion-referenced) berarti bahwa kompetensi secara aktual memprediksi siapa yang mengerjakan sesuatu dengan baik atau buruk, sebagaimana diukur oleh kriteria spesifik atau standar. Kompetensi (Competencies) dengan demikian merupakan sejumlah karakteristik yang mendasari seseorang dan menunjukkan (indicate) cara-cara bertindak, berpikir, atau menggeneralisasikan situasi secara layak dalam jangka panjang.

Ada lima tipe karakteristik kompetensi, yaitu:
  1. Motif-motif (motives), sesuatu yang secara konsisten dipikirkan dan diinginkan, yang menyebabkan tindakan seseorang
  2. Ciri-ciri (traits), karakteristik fisik dan respon-respon yang konsisten terhadap situasi atau informasi. 
  3. Konsep diri (self-concept), sikap-sikap, nilai-nilai atau gambaran tentang diri sendiri seseorang
  4. Pengetahuan (knowledge), informasi yang dimiliki seseorang dalam area spesifik tertentu 
  5. Keterampilan (skill), kecakapan seseorang untuk menampilkan tugas fisik atau tugas mental tertentu.

Level kompetensi seseorang terdiri dari dua bagian. Bagian yang dapat dilihat dan dikembangkan, disebut permukaan (surface) seperti pengetahuan dan keterampilan, dan bagian yang tidak dapat dilihat dan sulit dikembangkan disebut sebagai sentral atau inti kepribadian (core personality), seperti sifat-sifat, motif, sikap dan nilai-nilai.

Demikian dulu ya, mudah-mudahan bisa menambah wawasan dan mengembangkan kepemimpinan yang mempunyai karakter.

01 Juni 2012

Ujian Kehidupan Dunia

Sekolah tidak boleh hanya menjadi persiapan untuk hidup.
Sekolah harus menjadi kehidupan.
--Elbert Hubbard—

Setiap orang pasti pernah mengalami rasa galau, tak terkecuali dengan Winston Churchill. Inilah kegalauan yang pernah dirasakan mantan Perdana Menteri Britania Raya semasa Perang Dunia ke-2.

“Saya hampir merayakan ulang tahun ke-12 ketika memasuki wilayah-wilayah ujian sekolah yang tidak ramah, yang, selama 7 tahun berikutnya, saya diwajibkan menempuh perjalanan itu. Ujian ibarat persidangan besar bagi saya. Subjek-subjek yang disukai para penguji hampir semuanya adalah materi-materi yang tidak saya sukai.

Sebenarnya, saya lebih suka diuji dalam subjek sejarah, puisi, dan menulis esai. Tetapi, di pihak lain, para penguji lebih suka Bahasa Latin dan matematika. Dan kehendak merekalah yang berlaku. Terlebih lagi, pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan tentang kedua subjek tersebut adalah pertanyaan-pertanyaan yang hampir sama sekali tidak mampu saya jawab dengan memuaskan.

Saya sebenarnya lebih suka jika diminta untuk mengatakan apa yang saya ketahui benar-benar. Tetapi mereka selalu mencoba menanyakan apa yang tidak saya ketahui. Ketika saya hendak bermaksud menunjukkan pengetahuan saya, mereka mencoba mencari-cari dan mengungkap ketidaktahuan saya. Perlakuan semacam itu hanya akan mengakibatkan satu hasil, saya tidak dapat mengerjakan soal-soal ujian dengan baik.

"Ujian sekolah sangat berbeda dengan ujian hidup. Ujian sekolah merupakan bagian kecil dari ujian hidup. Sesulit apa pun ujian sekolah, pasti ada kunci jawabannya. Tapi ujian hidup, kunci jawabannya ada pada kesadaran untuk mengambil hikmah atas setiap kejadian yang dialami.

Ujian, fase hidup yang harus dilewati agar bisa "naik kelas". Tanda naik kelas bisa ditunjukkan lewat bertambahnya pengalaman hidup, konsistennya semangat belajar, terjaganya sikap kejujuran, makin terasah keterampilan hidup, serta indikator sejenis lainnya.

Ujian sekolah mestinya bisa menguji pula cara berpikir dan bersikap murid. Memang, hasil ujian sekolah pada akhirnya hanya menorehkan sejumlah angka dan huruf, yang menunjukkan murid berhasil atau gagal mengikuti suatu program pendidikan. Itu sudah tepat. Meski masih ada yang kurang, jika hanya aspek pengetahuan saja yang diujikan.

Kondisinya malah lebih mengenaskan, jika ujian itu tak mampu melatih serta makin mengasah keterampilan hidup yang mestinya bisa dikuasai murid. Bisa dipastikan, ketika ujian telah berlalu, maka tak ada satu kemampuan khusus dimiliki murid. Ada dan tiadanya ujian sekolah, tak mampu membuat keterampilan hidup murid semakin terasah dan membuat mereka siap menghadapi tantangan hidup di masa depan kelak.

Ujian sekolah, apa pun jenis serta namanya, entah itu ulangan harian, ujian semester, maupun ujian nasional, hal itu merupakan simbolisasi proses evaluasi perkembangan belajar siswa di suatu sekolah. Persoalan muncul ketika hasil ujian sekolah tak mampu mengubah keterampilan murid untuk mengantisipasi persoalan kehidupan.

Boleh jadi seorang murid punya nilai bagus untuk ujian matematikanya. Tapi, mampukah murid gunakan ilmu matematika tersebut untuk mengambil keputusan penting dalam hidupnya? Murid bisa jawab soal ujian tentang tahun terjadinya perang Diponegoro. Tapi, bisakah murid mencari makna hidup dari kalahnya Pangeran Diponegoro ketika berperang melawan penjajah?

Sehebat apa pun ujian sekolah, tetap terbatas pada soal menguji pengetahuan saja. Padahal, hidup tak cukup bermodal pengetahuan. Tapi mesti mampu mengkombinasikan pengetahuan, sikap hidup yang tepat, dan keterampilan yang dimiliki, untuk menjadi modal dalam mengarungi persaingan hidup.

Adakah satu cara untuk menakar kualitas pengetahuan, sikap, serta keterampilan hidup kita secara bersamaan? Itulah ujian hidup. Ujian hidup menuntut kita untuk selalu bersiaga, agar tetap konsisten belajar sampai akhir hayat. Sekolah baru disebut kreatif, jika di saat murid harus mengikuti ujian pengetahuan, secara tersirat murid pun diuji untuk mampu tetap bersikap jujur, mampu mengelola waktu belajar, mampu menggunakan strategi belajar efektif dan menguji keterampilan hidup lainnya di luar konten materi ujian sekolah.

Ken Key (President Partnership for 21st Century Skills) menyatakan, bahwa sosok manusia abad 21 harus memiliki beberapa keterampilan dasar penting, di antaranya: (1) Pemikir yang kritis; (2) Seorang penyelesai masalah; (3) Dapat berkomunikasi secara efektif; (4) Dapat berkolaborasi secara efektif; (5) Dapat mengarahkan diri sendiri; (6) Paham akan informasi dan media; (7) Paham dan sadar akan fenomena global; (8) Memikirkan kepentingan umum; (9) Terampil dalam keuangan, ekonomi, dan kewirausahaan.

Pertanyaan kritisnya, apakah dunia pendidikan lewat aktivitas di sekolah, telah mampu menghasilkan sumber daya manusia yang punya seabrek keterampilan hidup agar bisa menjadi manusia abad 21? Ujian sekolah dapat dipastikan takkan mampu jawab tantangan ini. Hanya ujian hidup saja yang akan mampu membuat murid selalu sadar untuk terus belajar sepanjang hayat.

Sekolah terbatas pada jenjang pendidikan tertentu. Itu pun, jika mampu membayar biayanya yang kini sudah setinggi langit.

Kehidupan, sekolah terbaik yang memberikan keleluasaan siapa pun untuk mempelajari sesuatu yang berharga dalam hidup. Sayangnya, sekolah tak pernah ajarkan bagaimana caranya bisa survive dalam hidup. Lucunya, orang-orang lulusan sekolah bahkan tak mampu atasi persoalan hidup mereka. Lantas, apa yang sudah mereka lakukan di sekolah? Apakah ujian sekolah tak mampu menjadi ajang latihan menyelesaikan persoalan hidup yang jauh lebih rumit?

Kehidupan, punya teka-teki menarik untuk dipelajari. Gratis, tak usah bayar untuk mengikuti ujian kehidupan. Tak ada seabrek syarat agar kita bisa ikut ujian kehidupan. Modalnya hanya satu, kemauan untuk terus belajar. Maaf, tak ada sertifikat kelulusan bagi yang sudah melakoni ujian kehidupan. Kemandirian dalam cara berpikir dan bersikap, itulah tanda orang-orang yang lulus ujian kehidupan. Tengok sebentar mereka yang lulus ujian sekolah? Corat-coret seragam jadi pilihan sikap karena merasa sudah lulus ujian. Lantas setelah itu, mereka bingung apa yang mesti diperbuat untuk masa depan mereka? Sungguh memilukan.

12 Mei 2012

WARISAN UNTUK ANAK CUCU

“The greatest legacy is that which benefits the widest number of people for the longest period without limit to value.” – Warisan terhebat adalah sesuatu yang bermanfaat bagi seluruh umat manusia dan berlangsung selamanya.” Steven Cat, artis penyanyi USA

Bila berpikir tentang warisan untuk anak cucu, kebanyakan dari kita akan berpikir tentang mewariskan harta benda atau barang-barang berharga. Siapapun ingin meninggalkan warisan yang berlimpah kepada generasi penerusnya. Namun sesungguhnya ada hal-hal yang lebih penting dibandingkan harta untuk diwariskan kepada anak cucu kita. Salah satu warisan yang tak ternilai harganya adalah kemerdekaan yang kita nikmati saat ini.

Kemerdekaan ini direbut oleh para pahlawan bangsa dengan pengorbanan yang sangat besar termasuk harta benda, tetesan darah dan keringat. Berkat perjuangan para pahlawan tanpa pamrih itulah kita dapat mewarisi kemerdekaan dan mereguk kebebasan seperti sekarang. Tanpa kemerdekaan kita tak akan dapat bebas untuk melakukan aktifitas, berpendapat, berkreasi, memiliki kesempatan hidup layak dan lain sebagainya. Kemerdekaan ini memungkinkan kita semua untuk melakukan sesuatu yang inspriratif dan mampu menjadikan masa depan lebih baik.

Oleh sebab itu, manfaatkanlah kesempatan ini dengan menjalankan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya dan jujur, sehingga terhindar dari berbagai bentuk penjajahan model baru; misalnya penjajahan budaya ataupun produk-produk dari negara lain yang belum tentu lebih baik dari milik bangsa sendiri. Selain kemerdekaan, ada beberapa jenis warisan yang sangat penting untuk anak cucu. Salah satu yang paling penting adalah nilai dan pelajaran hidup.

Sebuah survei terbaru menunjukkan bahwa nilai-nilai dan sistem kepercayaan warisan dari orang tua lebih penting daripada uang atau aset-aset berharga lainnya. Taipan saham terkaya di dunia, Warren Buffet, merupakan contoh orang tua yang memilih untuk mewariskan nilai-nilai mulia ketimbang harta yang berlimpah. Warren Buffet sengaja mendonasikan USD 31 milyar untuk kemanusiaan melalui yayasan Bill & Melinda Foundation untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada para putra-putrinya. Ia ingin ketiga anakknya, yaitu Howard Graham Buffet, Peter Buffet, Susie Buffet, mewarisi sifat-sifat mulia yang ia miliki, karena ia meyakini bahwa kemuliaan sikap dapat diandalkan (oleh keturunannya) untuk hidup lebih semangat dan optimis menatap kehidupan namun tetap rendah hati.

“I Want to give my kids just enough, so they would feel that they could do anything, but not so much, that they would feel like doing nothing. – Saya ingin memberi anak-anak saya secukupnya, sehingga mereka dapat menyadari bahwa mereka dapat melakukan apa saja, tetapi tidak terlalu banyak (yang dilakukan), sehingga mereka merasa tak melakukan apapun,” katanya.

Sifat-sifat mulia memang menjadi komoditas penting, yang memudahkan seseorang mencapai kesuksesan di bidang apapun secara alamiah dan bertahan lama. Kemuliaan sifat seseorang akan menjadikan dirinya menjalankan tanggung jawab dengan hati, sebaik mungkin dan tanpa pamrih. Pastikan untuk menanamkan sifat-sifat mulia kepada generasi penerus, sebagai aset penting bagi mereka (generasi penerus) untuk menjalani hidup dengan baik dan meraih kesuksesan.

Wariskanlah pula sikap mandiri, berani dan semangat bekerja. Bayangkan para pejuang dahulu yang berani bertaruh nyawa untuk mengusir penjajah walaupun hanya dengan sebilah bambu runcing. Oleh sebab itu, tanamkanlah nilai-nilai keberanian, kemandirian dan semangat kerja sebab itulah modal penting generasi penerus untuk meniti kehidupan dan meraih sukses di masa depan.

Berikanlah bekal ilmu pengetahuan yang cukup kepada putra dan putri kita dengan menyekolahkan di sekolah-sekolah formal. Selain itu, berikanlah contoh sikap sebagai orang tua yang senang belajar, misalnya dengan gemar membaca atau belajar dari orang-orang yang sudah berpengalaman. Mewariskan sikap yang gemar belajar ini akan menjadikan generasi muda memiliki ilmu pengetahuan yang luas, mampu menetapkan visi sekaligus melakukan langkah-langkah yang tepat dan bijak serta perhitungan matang sehingga impian-impian mereka segera terwujud.

Wariskanlah nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual, agar generasi penerus kita mampu bertindak positif dan konstruktif, bijaksana, memiliki kepekaan sosial, tidak serakah, dan lain sebagainya. Nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual yang tertanam kuat akan menjadi panutan hidup mereka. Keluhuran sikap yang didasari oleh nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual dapat memastikan generasi penerus meraih mampu sukses dengan cara yang benar dan menjalani hidup dengan lebih baik.

Sebelum kita terlalu tua, mari segera mengumpulkan warisan-warisan penting tersebut di atas bagi anak cucu kita, sebab waktu kita sangat singkat. Janganlah terjebak dalam kesenangan-kesenangan kecil sehingga kita kehilangan banyak waktu dan melupakan hal-hal yang sangat penting untuk bekal para generasi penerus.

Rasanya sangat menyedihkan jika riwayat kehidupan kita tidak meninggalkan rekam jejak sifat dan sikap yang mampu membuat generasi penerus benar-benar mengingatnya dan menjadikannya model untuk menjalani kehidupan dengan baik dan sukses. Sungguh menyenangkan jika sepeninggal kita nanti ada seseorang berkata, “Selamat jalan. Hidupmu telah memberi teladan yang luar biasa dan manfaat bagi banyak orang dan tak akan terlupakan.”

17 Januari 2012

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Kita sering mendengar istilah pemberdayaan masyarakat. Apa sebenarnya arti dari pemberdayaan masyarakat tersebut? Secara lugas dapat diartikan sebagai suatu proses yang membangun manusia atau masyarakat melalui pengembangan kemampuan masyarakat, perubahan perilaku masyarakat, dan pengorganisasian masyarakat. Dari definisi tersebut terlihat ada 3 tujuan utama dalam pemberdayaan masyarakat yaitu mengembangkan kemampuan masyarakat, mengubah perilaku masyarakat, dan mengorganisir diri masyarakat.

Kemampuan masyarakat yang dapat dikembangkan tentunya banyak sekali seperti kemampuan untuk berusaha, kemampuan untuk mencari informasi, kemampuan untuk mengelola kegiatan, kemampuan dalam pertanian dan masih banyak lagi sesuai dengan kebutuhan atau permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

Perilaku masyarakat yang perlu diubah tentunya perilaku yang merugikan masyarakat atau yang menghambat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Contoh yang kita temui dimasyarakat seperti, anak tidak boleh sekolah, ibu hamil tidak boleh makan telor, yang membicarakan rencana pembangunan desa hanya kaum laki-laki saja, dan masih banyak lagi yang dapat kita temui dimasyarakat.

Pengorganisasian masyarakat dapat dijelaskan sebagai suatu upaya masyarakat untuk saling mengatur dalam mengelola kegiatan atau program yang mereka kembangkan. Disini masyarakat dapat membentuk panitia kerja, melakukan pembagian tugas, saling mengawasi, merencanakan kegiatan, dan lain-lain. Lembaga-lembaga adat yang sudah ada sebaiknya perlu dilibatkan karena lembaga inilah yang sudah mapan, tinggal meningkatkan kemampuannya saja.

MENGAPA MASYARAKAT PERLU DIBERDAYAKAN?
Pemberdayaan masyarakat muncul karena adanya suatu kondisi di masyarakat, dimana sosial ekonomi masyarakat yang rendah mengakibatkan mereka tidak mampu dan tidak tahu. Hal ini terjadi karena mereka tidak dapat menikmati pendidikan yang memadai. Ketidak-mampuan dan ketidak-tahuan masyarakat mengakibatkan produktivitas mereka rendah.

Hal ini dapat terjadi karena masyarakat tidak menguasai teknologi yang dapat membantu dan meringankan pekerjaan mereka. Terpaksa masyarakat menggunakan tehnik konvensional yang sudah mereka pelajari turun temurun dengan hasil yang minimal. Terlihat secara spintas masyarakat sudah puas dengan hasil mereka, tetapi kenyataan yang sebenarnya masyarakat tidak sadar bahwa mereka masih dapat melakukan hal-hal yang lebih baik dari saat ini.

Lingkaran masalah yang dihadapi oleh masyarakat tidak dapat diputuskan rantainya pada salah satu sisi saja. Akan tetapi seluruh masalah perlu diatasi. Untuk itu masyarakat sendirilah yang perlu dijadikan sebagai pemain utama dalam mengatasi masalah-masalah mereka.

BAGAIMANA CARANYA MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT?
Secara garis besar pemberdayaan masyarakat melalui: Pengembangan masyarakat, dan pengorganisasian masyarakat. Apa yang dikembangkan dari masyarakat yaitu potensi atau kemampuannya dan sikap hidupnya. Kemampuan masyarakat dapat meliputi antara lain kemampuan untuk bertani, berternak, melakukan wirausaha, atau ketrampilan-ketrampilan membuat home industri; dan masih banyak lagi kemampuan dan ketrampilan masyarakat yang dapat dikembangkan.

Bagaimana caranya mengembangkan kemampuan dan ketrampilan masyarakat, dapat dilakukan dengan berbagai cara. Contoh dengan mengadakan pelatihan atau mengikutkan masyarakat pada pelatihan-pelatihan pengembangan kemampuan dan ketrampilan yang dibutuhkan. Dapat juga dengan mengajak masyarakat mengunjungi kegiatan ditempat lain dengan maksud supaya masyarakat dapat melihat sekaligus belajar, kegiatan ini sering disebut dengan istilah studi banding. Dapat juga dengan menyediakan buku-buku bacaan yang sekiranya sesuai dengan kebutuhan atau peminatan masyarakat. Masih banyak bentuk lainnya yang bisa diupayakan.

Sikap hidup yang perlu diubah tentunya sikap hidup yang merugikan atau menghambat peningkatan kesejahteraan hidup. Merubah sikap bukan pekerjaan mudah. Mengapa karena masyarakat sudah bertahun-tahun bahkan puluhan tahun sudah melakukan hal itu. Untuk itu memerlukan waktu yang cukup lama untuk melakukan perubahan sikap. Caranya adalah dengan memberikan penyadaran bahwa apa yang mereka lakukan selama ini merugikan mereka. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan banyak informasi dengan menggunakan berbagai media, seperti buku-buku bacaan, mengajak untuk melihat tempat lain, menyetel film penerangan, dan masih banya cara lain.

Pada pengorganisasian masyarakat, kuncinya adalah menempatkan masyarakat sebagai pelakunya. Untuk itu masyarakat perlu diajak mulai dari perencanaan kegiatan, pelaksanaan, sampai pemeliharaan dan pelestarian. Pelibatan masyarakat sejak awal kegiatan memungkinkan masyarakat memiliki kesempatan belajar lebih banyak. Pada awal-awal kegiatan mungkin pendamping sebagai pendamping akan lebih banyak memberikan informasi atau penjelasan bahkan memberikan contoh langsung. Pada tahap ini masyarakat lebih banyak belajar namun pada tahap-tahap berikutnya pendamping harus mulai memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mencoba melakukan sendiri hingga mampu atau bisa. Jika hal ini terjadi maka dikemudian hari pada saat pendamping meninggalkan masyarakat tersebut, masyarakat sudah mampu untuk melakukannya sendiri atau mandiri.

PRINSIP-PRINSIP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Ada beberapa prinsip dasar untuk mewujudkan masyarakat yang berdaya atau mandiri. Penyadaran
Untuk dapat maju atau melakukan sesuatu, orang harus dibangunkan dari tidurnya. Demikian masyarakat juga harus dibangunkan dari “tidur” keterbelakangannya, dari kehidupannya sehari-hari yang tidak memikirkan Masa depannya. Orang yang pikirannya tertidur merasa tidak mempunyai masalah, karena mereka tidak memiliki aspirasi dan tujuan-tujuan yang harus diperjuangkan.

Penyadaran berarti bahwa masyarakat secara keseluruhan menjadi sadar bahwa mereka mempunyai tujuan-tujuan dan masalah-masalah. Masyarakat yang sadar juga mulai menemukan peluang-peluang dan memanfaatkannya, menemukan sumberdaya-sumberdaya yang ada ditempat itu yang barangkali sampai saat ini tak pernah dipikirkan orang.

Masyarakat yang sadar menjadi semakin tajam dalam mengetahui apa yang sedang terjadi baik di dalam maupun diluar masyarakatnya. Masyarakat menjadi mampu merumuskan kebutuhan-kebutuhan dan aspirasinya.

Pelatihan
Pendidikan disini bukan hanya belajar membaca, menulis dan berhitung, tetapi juga meningkatkan ketrampilan-ketrampilan bertani, ekonomi kerumah-tanggaan, industri dan cara menggunakan pupuk. Juga belajar dari sumber-sumber yang dapat diperoleh untuk mengetahui bagaimana memakai jasa bank, bagaimana membuka rekening dan memperoleh pinjaman. Belajar tidak hanya dapat dilakukan melalui sekolah, tapi juga melalui pertemuan-pertemuan informal dan diskusi-diskusi kelompok tempat mereka membicarakan masalah-masalah mereka.

Melalui pendidikan, kesadaran masyarakat akan terus berkembang. Perlu ditekankan bahwa setiap orang dalam masyarakat harus mendapatkan pendidikan, termasuk orangtua dan kaum wanita. Ide besar yang terkandung dibalik pendidikan kaum miskin adalah bahwa pengetahuan menganggarkan kekuatan.

Pengorganisasian
Agar menjadi kuat dan dapat menentukan nasibnya sendiri, suatu masyarakat tidak cukup hanya disadarkan dan dilatih ketrampilan, tapi juga harus diorganisir. Organisasi berarti bahwa segala hal dikerjakan dengan cara yang teratur, ada pembagian tugas diantara individu-individu yang akan bertanggungjawab terhadap pelaksanaan tugas masing-masing dan ada kepemimpinan yang tidak hanya terdiri dari beberapa gelintir orang tapi kepemimpinan diberbagai tingkatan.

Masyarakat tidak mungkin diorganisir tanpa pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan secara rutin untuk mengambil keputusan-keputusan dan melihat apakah keputusan-keputusan tersebut dilaksanakan. Wakil-wakil dari semua kelompok harus berpartisipasi dalam proses pembuatan keputusan. Selain pertemuan-pertemuan rutin, catatlah keputusan-keputusan yang telah diambil. Notulen itu akan dibacakan dalam pertemuan berikutnya untuk mengetahui apakah orang-orang yang bertanggungjawab terhadap keputusan tersebut sudah melaksanakan tugasnya atau belum.

Tugas-tugas harus dibagikan pada berbagai kelompok, termasuk kaum muda, kaum wanita, dan orangtua. Pembukuan yang sehat juga sangat penting. Semua orang harus mengetahui penggunaan uang dan berapa sisanya. Pembukuan harus dikontrol secara rutin misalnya setiap bulan untuk menghindari adanya penyelewengan.

Pengembangan kekuatan
Kekuasaan berarti kemampuan untuk mempengaruhi orang lain. Bila dalam suatu masyarakat tidak ada penyadaran, latihan atau organisasi, orang-orangnya akan merasa tak berdaya dan tak berkekuatan. Mereka berkata “kami tidak bisa, kami tidak punya kekuatan”.

Pada saat masyarakat merasa memiliki potensi atau kekuatan, mereka tidak akan mengatakan lagi, “kami tidak bisa”, tetapi mereka akan berkata “kami mampu!”. Masyarakat menjadi percaya diri. Nasib mereka berada di tangan mereka sendiri. Pada kondisi seperti ini bantuan yang bersifat fisik, uang, teknologi dsb. Hanya sebagai sarana perubahan sikap.

Bila masyarakat mempunyai kekuatan, setengah perjuangan untuk pembangunan sudah dimenangkan. Tetapi perlu ditekankan kekuatan itu benar-benar dari masyarakat bukan dari satu atau dua orang pemimpin saja. Kekuatan masyarakat harus mengontrol kekuasaan para pemimpin.

Membangun Dinamika
Dinamika orang miskin berarti bahwa masyarakat itu sendiri yang memutuskan dan melaksanakan program-programnya sesuai dengan rencana yang sudah digariskan dan diputuskan sendiri. Dalam konteks ini keputusan-keputusan sedapat mungkin harus diambil di dalam masyarakat sendiri, bukan diluar masyarakat tersebut.

Lebih jauh lagi,keputusan-keputusan harus diambil dari dalam masyarakar sendiri. Semakin berkurangnya kontrol dari masyarakat terhadap keputusan-keputusan itu, semakin besarlah bahaya bahwa orang-orang tidak mengetahui keputusan-keputusan tersebut atau bahkan keputusan-keputusan itu keliru. Hal prinsip bahwa keputusan harus diambil sedekat mungkin dengan tempat pelaksanaan atau sasaran.

16 Juni 2010

MEDIA SEBAGAI ALAT TRANSFORMASI SOSIAL

Memberdayakan komunitas merupakan sebuah perjalanan panjang atas bagaimana kita ditantang untuk mampu merefleksikan permasalahan dengan baik. Bagaimanapun, proses pemberdayaan seharusnya merupakan sebuah proses saling berbagi dan saling belajar antar mereka dengan lingkungan mereka. Beragamnya latar belakang personal dan kemasyarakatan yang dimiliki oleh komunitas, dan perbedaan nilai yang mereka miliki, sering kali membuat proses fasilitasi menjadi sebuah tantangan tersendiri.

Berangkat dari situ, beragam metode fasilitasi lahir dalam semangat pemberdayaan komunitas. Penggunaan media, merupakan salah satu metode yang dinilai mampu memberikan kekuatan pada komunitas dengan memberikan mereka proses untuk saling belajar dan berefleksi dengan permasalahan yang sedang mereka hadapi. Video partisipatoris, radio komunitas, photo story, penggunaan media tulis, musik dan lain sebagainya, merupakan beberapa contoh dari bentuk-bentuk media yang kerap digunakan sebagai alat dalam memfasilitasi komunitas. Media-media tersebut kemudian hadir sebagai sebuah implementasi dari kekuatan atas refleksi dan semangat saling belajar yang dimiliki oleh komunitas.

Setelah proses pemberdayaan dinilai telah mampu memberikan komunitas kekuatan untuk berdiri sendiri, terkadang andil dari pihak berwenang (pemerintah) dan swasta, tetap dibutuhkan. Pada kasus ini seringkali masalah utama yang timbul dalam upaya pemberdayaan bukan lagi bagaimana ‘mengeluarkan’ suara mereka, tapi bagaimana agar suara mereka didengar oleh pihak berwenang dan masyarakat luas. Bukan hanya sekedar mendengar, namun juga mengenal dan memahami secara mendalam urgensi permasalahan yang dialami komunitas. Disini penggunaan media lagi-lagi mampu berperan sebagai sebuah corong untuk menyuarakan permasalahan komunitas.


Berkaca dari kasus diatas, maka penggunaan media dalam upaya pemberdayaan komunitas perlu mendapat perhatian yang cukup besar. Hal ini berlaku tidak hanya lewat bagaimana menggunakan media sebagai alat dalam memfasilitasi, namun juga proses advokasi dalam upaya untuk ‘didengar’. Pada akhirnya, dibutuhkan pengembangan fungsi media bagi lembaga-lembaga swadaya masyarakat, khususnya di Indonesia. Baik sebagai alat advokasi, maupun sebagai alat untuk memfasilitasi. Lebih dari itu, perlu adanya sebuah forum yang memungkinkan untuk sesama lembaga pengguna media berkumpul dan membagi pengalamannya masing-masing, sebagai sebuah sarana untuk saling belajar tidak hanya antar partisipan, tapi juga narasumber dan seluruh warga yang terlibat.

Diharapkan memberikan ruang bagi para pengiat media untuk pemberdayaan masyarakat dan generasi muda untuk saling berbagi informasi dan mengeksplorasi isu bersama dengan para ahli, sehingga menjadi lebih kritis dalam menggunakan media sebagai alat untuk kampanye memerangi pemiskinan. Kemudian menyebarluaskan isu akan pentingnya remaja untuk didengar suaranya dan diikutsertakan dalam proses pemberdayaan sekaligus juga pengambilan keputusan dan semakin luasnya jaringan antar lembaga dalam menyebarkan atau membangun budaya damai di wilayahnya khususnya dan wilayah lainnya.

27 Maret 2010

MENGEMBANGKAN BERPIKIR KRITIS

Berpikir kritis adalah suatu aktifitas kognitif yang berkaitab dengan penggunaan nalar. Belajar untuk berpikir kritis berarti menggunakan proses-proses mental, seperti memperhatikan, mengkategorikan, seleksi, dan menilai/memutuskan.

Kemampuan dalam berpikir kritis memberikan arahan yang tepat dalam berpikir dan bekerja, dan membantu dalam menentukan keterkaitan sesuatu dengan yang lainnya dengan lebih akurat. Oleh sebab itu kemampuan berpikir kritis sangat dibutuhkan dalam pemecahan masalah / pencarian solusi, dan pengelolaan proyek.

Pengembangan kemampuan berpikir kritis merupakan integrasi beberapa bagian pengembangan kemampuan, seperti pengamatan (observasi), analisis, penalaran, penilaian, pengambilan keputusan, dan persuasi. Semakin baik pengembangan kemampuan-kemampuan ini, maka kita akan semakin dapat mengatasi masalah-masalah/proyek komplek dan dengan hasil yang memuaskan.


Berpikir kritis meliputi aktivitas-aktivitas:
1. Memperhatikan detil secara menyeluruh
2. Identifikasi kecenderungan dan pola, seperti memetakan informasi, identifikasi
kesamaan dan ketidaksamaan, dll
3. Mengulangi pengamatan untuk memastikan tidak ada yang terlewatkan
4. Melihat informasi yang didapat dari berbagai sudut pandang
5. Memilih solusi-solusi yang lebih disukai secara obyektif
6. Mempertimbangkan dampak dan konsekuensi jangka panjang dari solusi yang dipilih

Bagi pelajar, berpikir kritis dapat berarti:
1. Mencari dimana keberadaan bukti terbaik bagi subyek yang didiskusikan
2. Mengevaluasi kekuatan bukti untuk mendukung argumen-argumen yang berbeda
3. Menyimpulkan berdasarkan bukti-bukti yang telah ditentukan
4. Membangun penalaran yang dapat mengarahkan pendengar ke simpulan yang telah
ditetapkan berdasarkan pada bukti-bukti yang mendukungnya
5. Memilih contoh yang terbaik untuk lebih dapat menjelaskan makna dari argumen yang
akan disampaikan
6. Dan menyediakan bukti-bukti untuk mengilustrasikan argumen tersebut.

Untuk itu, seseorang yang berpikir kritis pasti selalu memahami : Kenapa…..? Sebab…….? dan Hanya……? Untuk menyelesaikan suatu persoalan yang terjadi.

20 Oktober 2009

Tantangan Perkembangan Remaja

Anak-anak dan remaja adalah generasi penerus bangsa dan dunia ini, baik-buruknya suatu bangsa kedepan tergantung pembinaan generasi muda yang ada sekarang ini. Pada usia ini terjadi hal-hal baru pada anak-anak dan remaja, misalnya: ada perubahan fisik, merasa ingin bebas, diperlukan kemampuan bergaul atau beradaptasi dengan teman sebaya dan mampu menerima keadaan diri. Apabila seseorang anak-anak dan remaja gagal melalui tugas perkembangan pada usai yang sebenarnya, maka pada tahap perkembangan berikutnya akan menjadi masalah pada diri anak-anak dan remaja tersebut.

Ada beberapa hal yang mempengaruhi perkembangan anak-anak dan remaja, diantaranya: 1) Kutub Keluarga, 2) Kutub Sekolah dan 3) Kutub Masyarakat (Kristianus Atok dkk, 2005, 25).
Kutub Keluarga
Keluarga adalah merupakan lingkungan yang berperan penting dalam perkembangan remaja, karena disinilah pendidikan pertama kali diperoleh. Apabila didalam keluarga terdapat pendidikan yang baik, maka pengaruhnya positif bagi perkembangan anak-anak dan remaja. Demikian juga sebaliknya, apabila dalam keluarga tidak harmonis dan terdapat pandangan yang salah maka pengaruhnya negative bagi perkembangan anak-anak dan remaja.

Remaja khususnya perempuan mengambil peranan yang banyak dalam keluarga, ini dapat terlihat misalnya ikut orang tua ke ladang/bertani, mengurus adiknya, memasak didapur. Kemudian anak perempuan dipaksa untuk bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarga, akibatnya anak-anak dan remaja perempuan menjadi sulit untuk membuka relasi dengan remaja lainnya. Mereka menjadi minder, pemalu, tidak percaya diri, dan akhirnya mereka menjadi kehilangan harga diri, cenderung menutup diri dan bersikap menerima apa adanya. Kondisi inilah sehingga remaja perempuan selalu menjadi korban dalam setiap kekerasan yang terjadi dalam keluarga dan masyarakat.

Ada gambaran bahwa anak laki-laki wajar untuk santai dan bergaul lebih luas sedangkan anak perempuan dianggap tabu, dengan demikian sangat sulit sekali bagi remaja perempuan untuk berrelasi dengan sesamanya. Pada hal dalam diri seorang perempuan ada sikap kelemah-lembutan yang berpotensi dalam mengurus keluarga yang sehat dan lebih baik.

Kutub Sekolah
Sekolah adalah tempat untuk menimba ilmu dan tempat pertemuan antar anak-anak laki dan perempuan. Namun di sekolah-sekolah ada proses yang sentralistik dan diajarkan untuk memenuhi kurikulum nasional, tanpa mengindahkan nilai-nilai atau penganggan hidup bagi remaja. Pendidikan lain yang juga mempunyai pengaruh dan sangat penting bagi perkembangan anak-anak dan remaja kedepan, namun materi ini tidak diajarkan secara serius, misalnya pendidikan financial, kesetaraan gender, kesehatan reproduksi dll. Akibatnya anak-anak dan remaja yang amat cerdas, namun seringkali memandang rendah orang lain atau lawan jenisnya dan kemampuan bersosialisasi dengan teman-teman kurang, kemudian kurang mengetahui dan memahami tentang ilmu-ilmu yang mempunyai pengaruh bagi keberlanjutan hidup bermasyarakat.

Kutub Masyarakat
Kehidupan sehari-hari anak-anak dan remaja juga sangat dipengaruhi oleh keadaan masyarakat sekitarnya, apa yang langsung dilihat dengan keadaan sekitarnya. Pada masa-masa anak menuju dewasa ingin mencoba hal-hal yang ada disekitarnya, apabila seorang anak atau remaja tiak mempunyai pengetahuan dan iman yang kuat maka sangat mudah terjerumus ke hal yang negative.

Kemajuan teknologi dan informasi kehidupan manusia berubah gaya hidupnya, aksi-aksi sex bebas, aborsi, narkoba dan lainnya dipertontonkan. Anak-anak dan remaja cenderung untuk mempermudah kehidupannya atau mengupayakan kemudahan-kemudahan dalam kehidupannya instant. Ditambah lagi dengan berbagai ‘penyakit sosial‘ yang terjadi di masyarakat, seperti: judi, minuman keras, hiburan malam, dll.

03 Maret 2009

Kembangkan Generasi Muda Cinta Damai

Dalam perjalanan sejarah kehidupan manusia, selalu terjadi perubahan gaya kehidupan. Salah satu yang berkembang adalah gaya kehidupan instant. Orang cenderung untuk mempermudah kehidupannya atau mengupayakan kemudahan-kemudahan dalam kehidupannya. Tingkat kesulitan dalam berbagai dimensi dan strata kehidupan dicoba untuk diminimalkan. Pesatnya penggunaan teknologi informasi semakin memungkinkan hal itu terjadi. Bagi anak-anak dan remaja, keadaan ini seringkali menjebak (yang sering tidak disadari) untuk selalu berada dalam situasi atau pengalaman hidup yang biasa memanjakan dan mempermudah hidup. Mereka tidak berhadapan dengan realita kehidupan yang sesungguhnya. Mereka berhadapan dengan realita semu. Dari diri mereka sendiri, mereka tidak terbiasa untuk sulit (berhadapan dengan realita kehidupan yang sulit). Padahal senyatanya hidup tidak selalu mudah. Sebagian besar realita kehidupan menuntut perjuangan.

Keterjebakan anak-anak dan remaja dalam situasi yang seperti itu mengakibatkan mereka berada dalam situasi keterasingan dari realita kehidupan yang sebenarnya. Mereka terbiasa, bahkan sangat terbiasa, dengan yang mudah, bukan yang sulit. Di sisi lain, keterasingan itu melumpuhkan kemampuan mereka untuk ambil sikap terhadap perkembangan situasi kehidupan yang terjadi. Cukup besar kecenderungan untuk “ikut saja” dalam perguliran realita kehidupan. Situasi yang dialami oleh anak-anak dan remaja sebagaimana di atas bukan pertama-tama karena kesalahan mereka sendiri, mereka berada dalam situasi yang terkondisikan.

Berdasarkan pengamatan selama ini ada beberapa situasi yang mempengaruhi kehidupan anak-anak dan remaja, diantaranya :
SITUASI SOSIO – EKONOMIS
Situasi dimana uang menjadi penentu segala-galanya bagi orang tua. Uang sungguh menjelma menjadi “Tuhan baru”. Realita kehidupan dinilai atau dihargai dengan besaran uang yang dikeluarkan. Karena itu kehidupan menjadi sangat materialistis. Nilai-nilai kehidupan, termasuk di dalamnya nilai-nilai iman, menjadi terpuruk dan kehilangan pengaruhnya dalam setiap sendi kehidupan. Orang tua tidak lagi berpegang pada nilai-nilai itu, tetapi orang bertanya “berapa uang yang harus dia bayar?”. Dengan demikian menjadi tidak mengherankan ketika korupsi menjadi sangat lazim terjadi. Uang membelenggu di mana-mana; menjadi dasar, sarana dan tujuan gerakan dalam kehidupan.


SITUASI – POLITIK
Situasi di mana komunalisme terjadi di mana-mana. Yang dimaksud dengan komunalisme adalah situasi dimana orang tidak lagi berpikir tentang kepentingan bersama, tetapi orang hanya berpikir tentang kelompoknya sendiri. Pola berpikir seperti ini menyuburkan dan menjebak orang dalam karakter individualistis. Kepentingan bersama bukan lagi menjadi harapan yang harus diperjuangkan, tetapi menjadi mimpi yang tak berkesudahan. Terserah orang lain mau mengalami situasi bagaimana, yang penting saya dan kelompok saya sejahtera; yang penting saya dan kelompok saya menang; yang penting saya dan kelompok saya bahagia.

SITUASI SOSIO – BUDAYA
Dimana kekerasan semakin terstruktur. Situasi - kondisi ini merupakan ujung dari situasi – kondisi pertama dan kedua. Rasa hormat kepada orang lain dan realita kehidupan lain (alam dan lingkungan hidup) sirna. Jika hal itu terasa menghalangi maka hal itu akan disingkirkan dengan segala cara, bahkan kalau perlu dimusnahkan. Sebaliknya jika hal itu diinginkan maka itu akan diupayakan dengan segala cara, dengan tingkat ketidakpedualian yang sangat tinggi kepada yang lain. Oleh karena itu, pembunuhan terhadap sesama manusia terjadi dengan dahsyat. Tujuan akhirnya adalah menghalalkan segala cara, termasuk cara-cara kekerasan. Kekerasan menjadi pilihan yang dipilih tanpa alternatif, ketika berhadapan dengan siapa atau apapun.

Anak-anak dan remaja, berada dalam alur kehidupan dengan tiga situasi – kondisi yang saling menekan dan mempengaruhi tersebut diatas. Secara mendasar hal itu mengakibatkan anak-anak dan remaja mengalami keterasingan dari dirinya sendiri, dari agamanya, dari masyarakatnya, dan puncaknya, dari Tuhannya.

Berangkat dari situasi yang ada pada generasi muda, saya melihat perlunya Mengembangkan wawasan tentang hal-hal atau masalah-masalah sosial-kemasyarakatan yang up to date saat ini, seperti situasi sosial politik dan pemahaman / penyadaran pluralism, multikulturalisme, jurnalisme dan penyadaran gender pada generasi muda. Dengan wawasan ini diharapkan generasi muda mampu menyadari posisi dan peran mereka dalam bermasyarakat dan bernegara sebagai seorang yang beriman; Meningkatkan interaksi di antara generasi muda multi-etnis dan multi-agama. Dengan kegiatan seperti ini diharapkan diantara generasi muda terjalin komunikasi dan relasi yang baik; Eksplorasi potensi, bakat, keterampilan dan kekuatan yang ada pada generasi muda. Dengan eksplorasi ini diharapkan generasi muda semakin menyadari kekuatan yang potensial ada dalam diri, sehingga dapat diarahkan untuk perkembangan dan kemajuan mereka sendiri.

Bentuk kegiatan bisa berupa Dialog tematis atau diskusi terfokus yang menghadirkan narasumber yang berkompeten untuk membangun generasi muda yang menjauhi sifat-sifat kekerasan dan lebih memilih cinta damai dan menghargai perbedaan. Kemudian kegiatan di alam terbuka, seperti Olah-raga, pentas seni, dan Out bound.

Diharapkan tumbuhnya sifat generasi muda yang cerdas secara inteletual, cerdas secara emosional dan cerdas hidup bermasyarakat.

SILAHKAN DUKUNG BLOG INI

KE REKENING BCA 8855 1274 62 AN. ATENG