05 Mei 2008

DAMPAK PERUBAHAN IKLIM

Rangkaian kejadian ini dipercaya mengakibatkan terjadinya perubahan iklim yang akan memberikan dampak bagi kehidupan. Mengingat perubahan iklim bersifat global, maka dampak yang akan ditimbulkannya pun akan bersifat global pula. Tidak ada daerah yang akan luput dari dampak perubahan iklim, perbedaannya hanya pada tingkat dampak yang dirasakan serta kemampuan untuk beradaptasi.

Dalam skala global, perubahan iklim akan mengakibatkan terjadinya pencairan lapisan es. Pencairan ini tidak hanya terjadi di daerah kutub tetapi juga di beberapa puncak gunung yang selama ini dipercaya ditutupi lapisan es abadi. Sejak decade 1960-an, lapisan es yang menyelimuti bumi ini telah berkurang sebanyak 15 persen. Mencairnya lapisan es memberikan dampak berupa peningkatan volume air dipermukaan bumi secara keseluruhan, terutama air laut. Selain itu, peningkatan suhu juga akan mengakibatkan meningkatnya pemuaian air yang akan berakibat pada peningkatan volume. Peningkatan volume air laut pada akhirnya akan mengakibatkan peningkatan tinggi muka air laut.

Jika tinggi muka air laut meningkat dapat dibayangkan daerah pesisir akan berubah dari daratan menjadi lautan. Dengan kondisi tersebut akan banyak pulau-pulau serta wilayah pesisir yang tenggelam dan mengakibatkan sekitar 46 juta orang yang hidup di pesisir pantai harus mengungsi ke daerah yang lebih tinggi. Mereka akan kehilangan bukan saja tempat tinggal serta infrastruktur pendukung yang telah dibangun tetapi juga mata pencahariannya. Hal ini terutama disebabkan oleh berkurangnya tangkapan ikan akibat tak menentunya kondisi iklim-misalnya kecepatan angina- serta gangguan yang terjadi terhadap ikan dilaut karena perubahan temperature laut. Kenaikan air laut juga akan merusak ekosistem hutan bakau (mangrove), serta mengubah sifat biofisik dan biokimia di zona pesisir.

Perubahan iklim juga akan mengakibatkan terjadi pergeseran musim. Di beberapa tempat, musim kemarau akan semakin panjang sementara musim hujan memendek. Akibatnya akan timbul bencana kekeringan. Kekeringan akan memberikan dampak turunan seperti kegagalan panen serta krisis air bersih. Musim kemarau yang panjang mengakibatkan terjadinya musim hujan yang pendek namun dengan intensitas yang sangat tinggi. Kondisi ini menyebabkan bencana banjir, badai dan tanah longsor.

Dampak perubahan iklim juga dirasakan di Indonesia. Tidak dapat disangkal lagi, karena kondisi geografis dan topografisnya, Indonesia termasuk Negara yang rawan terhadap dampak perubahan iklim.

Dampak lain yang diperkirakan terjadi akibat perubahan iklim adalah tak menentunya pola curah hujan. Ketidakpastian iklim akan mengganggu para petani dalam menjalankan kegiatannya. Bukan hanya musim tanam yang tak menentu, melainkan juga kegagalan panen akibat kemarau panjang atau hujan yang berlebihan. Tak menentunya iklim menyebabkan turunnya produksi pangan, akibatnya kita harus mengimpor beras. Karena peningkatan intensitas hujan akan menimbulkan banjir kemudian menyebabkan produksi padi menurun karena sawah terendam air.

Masalah lain yang ditimbulkan sebagai akibat naiknya muka air laut adalah buruknya kualitas air tanah di perkotaan akibat intrusi (perembesan) air laut. Intrusi air laut juga mempengaruhi kondisi sungai dan danau dan akan berdampak terhadap kehidupan yang berlangsung didalamnya. Kerusakan juga akan terjadi pada banyak infrastruktur kota akibat salinitas air laut.

Sector kehutanan pun akan menerima dampak dari perubahan iklim ini. Ketidakmampuan beberapa jenis flora dan fauna untuk beradaptasi akan mengakibatkan terjadinya perubahan komposisi ekologi hutan. Spesies yang tidak mampu beradaptasi akan punah sementara spesies yang lebih kuat akan berkembang tidak terkendali. Selain itu, panjang serta keringnya musim kemarau telah memacu peningkatan terjadinya kebakaran hutan.

Dampak lain dari perubahan iklim adalah meniingkatnya frekuensi penyakit tropis, seperti malaria dan demam berdarah. Sudah barang tentu, dampak negative akan dirasakan dalam bidang social, ekonomi dan ekologi.

Tidak ada komentar: